di sebuah perkampungan, sebuah keluarga mengadakan sayembara untuk pernikahan anak gadis mereka, maka sayembara itu disampaikan kepada seluruh penduduk kampung" wahai penduduk kampung saya akan mengadakan sayembara, barang siapa yang bisa mengalahkan 30 ekor buaya yang ada di kolam saya, maka dialah yang berhak untuk mempersunting anak gadis saya, jika tak ada yang bisa mengalahkan 30 ekor buaya tersebuat maka, dia akan kekal selamanya di kolam tersebut, mendengar sayembara itu, maka para pemuda- pemuda berbondong-bondong untuk mendaftar, setelah semua berkumpul, maka di mulailah sayembaranya. pemuda yang pertama mencoba melawan 30 ekor buaya tersebut, dengan mengerahkan segala ajian penabur sukma, sampai - sampai mengeluarkan jurus "mengoda dengan ayam panggang", tetapi jurus yang dikeluarkan tak ada hasilnya, tak satupun buaya tersebut yang mati, malang bagi sipemuda ia kekal selamanya di kolam tersebut, tak ketinggalan pemuda yang kedua mencoba, nasibnya sama saja, yang ketiga maju, keempat, kelima.. keseribu, semua sama saja, tak ada yang bisa mengalahkan buaya tersebut, si tuan rumah pasrah tak satupun pemuda yang berhasil, dari kejauhan si tuan rumah melihat seorang pemuda berjalan sambil sempoyangan, raut wajah yang kusam, rambutnya brekele. mungkin ini pemuda yang terakhir yang bisa mengalahkan semua buaya tersebut pikir si tuang rumah. ketika sipemuda mendekat ke arah arena sayembara, tiba-tiba dia terjatuh ke dalam kolam tersebut, dan ternyata semua buaya itu mati di tanganya, si tuan rumah mersa gembira dan berkata" eh pemuda kamulah yang berhak mempersunting anak saya, atau kalau kurang saya kasih semua harta saya, ternyata s ipemuda tak mau, si tuan rumah merasa heran, lalu si tuan rumah berkata"lalu apa yang kamu mau" , yang saya mau siapa yang tadi mendorong saya ke dalam kolam ini, tanya si pemuda
********** Masa Indah Itu Datang ********* Diawali dengan hari yang cerah tetapi hatiku tak secerah mentari yang bersinar hari ini karena tepat pada hari ini aku memulai kehidupan baru dan dengan teman yang baru pula. Aku pun tiba di SMA Negri 88 Jakarta, salah satu sekolah favorit di kota ini. Dengan langkah yang berat aku coba untuk tersenyum memasuki gerbang yang bewarna hijau itu dan berharap bertemu dengan seseorang yang ku kenal. Dan seperti dugaan ku tak ada seorang pun yang ku kenal di sekolahku ini. Bel berbunyi dan yang lebih malesin adalah upacara! Oh my god... aku pun memilih baris di barisan paling depan. Tiba-tiba di sebelahku sudah ada seorang lelaki yg menurutku lumayan menarik, aku pun berusaha mengalihkan pandanganku dari lelaki tersebut. Upacara pun selesai, upacara kali ini berlangsung cepat karena ini adalah upacara perdana di tahun ajaran baru ini. Aku pun menuju kelas yang sudah diarahkan guru-guru dan senior-seniornya. Sesampainya di kelas aku merasa kaget bah...
Komentar
Posting Komentar
Beri komentar dan tanggapan dengan bahasa yang sopan dan santun, Trim's